1. Social Exchange Theory
Teori social exchange adalah sebuah teori yang
mengemukakan bahwa kontribusi seseorang dalam suatu hubungan, di mana hubungan
tersebut dapat mempengaruhi kontribusi orang lain. Tokoh dari teori ini adalah
Thibault dan Kelley. Mereka mengemukakan bahwa orang mengevaluasi hubungannya
dengan orang lain dengan mempertimbangkan konsekuensinya, khususnya terhadap
ganjaran yang diperoleh dan upaya yang telah dilakukan, orang akan memutuskan
untuk tetap tinggal dalam hubungan tersebut atau pergi meninggalkannya. Di
dalam teori ini terdapat istilah Comparison Levels yaitu, ukuran bagi
keseimbangan pertukaran antara untung dan rugi dalam hubungan dengan orang
lain. Teori ini sama halnya dengan transaksi dalam berdagang, di mana ada
untung dan rugi.
2.
Cultivation
Theory (Teori Kultivasi),
adalah sebuah teori dalam konteks keterkaitan media massa
dengan penanaman terhadap suatu nilai yang akan berpengaruh pada sikap dan
perilaku khalayak. Teori ini, digagas oleh seorang Pakar komunikasi dari Annenberg
School of Communication, Profesor George Gerbner.
3.
Theory
Difusi Inovasi
Teori tentang
bagaimana sebuah ide dan teknologi baru tersebar dalam sebuah kebudayaan . Teori ini dipopulerkan oleh Everett Rogers
pada tahun 1964 melalui bukunya yang berjudul Diffusion of Innovations.
4.
Teori Penetrasi Sosial
Dipopulerkan oleh Irwin Altman & Dalmas Taylor.
Teoripenetrasi sosial secara umum
membahas tentang bagaimana proses komunikasi interpersonal.
5.
Speech
act theory
suatu teori yeng menyatakan bahwa suatu tindakan atau action
yang mengiringi komunkasi verbal mempunyai pesan tersendiri. Sehingga
komunikasi tidak hanya dengan bahasa saja, tetapi dengan tindakan juga.
6.
Groupthink
Groupthink menurut Irving Janis (1972) adalah, “Istilah untuk keadaan ketika sebuah kelompok membuat keputusan yang tidak masuk akal untuk menolak anggapan/ opini publik yang sudah nyata buktinya, dan memiliki nilai moral”. Keputusan kelompok ini datang dari beberapa individu berpengaruh dalam kelompok yang irrasional, tetapi berhasil mempengaruhi kelompok menjadi keputusan kelompok. Groupthink mempengaruhi kelompok dengan melakukan aksi-aksi yang tidak masuk akal dan tidak mempedulikan pendapat-pendapat yang bertentangan diluar kelompok. Kelompok yang terkena sindrom groupthink biasanya adalah kelompok yang anggota-anggotanya memiliki background yang sama, terasing (tidak menyatu, terisolir) dari pendapat-pendapat luar, dan tidak ada aturan yang jelas tentang proses pengambilan keputusan.
Groupthink menurut Irving Janis (1972) adalah, “Istilah untuk keadaan ketika sebuah kelompok membuat keputusan yang tidak masuk akal untuk menolak anggapan/ opini publik yang sudah nyata buktinya, dan memiliki nilai moral”. Keputusan kelompok ini datang dari beberapa individu berpengaruh dalam kelompok yang irrasional, tetapi berhasil mempengaruhi kelompok menjadi keputusan kelompok. Groupthink mempengaruhi kelompok dengan melakukan aksi-aksi yang tidak masuk akal dan tidak mempedulikan pendapat-pendapat yang bertentangan diluar kelompok. Kelompok yang terkena sindrom groupthink biasanya adalah kelompok yang anggota-anggotanya memiliki background yang sama, terasing (tidak menyatu, terisolir) dari pendapat-pendapat luar, dan tidak ada aturan yang jelas tentang proses pengambilan keputusan.
7.
Definisi
Dari Attribution Theory
Merupakan istilah asing dalam Biologi. Definisi menurut kamus
ekabahasa resmi Bahasa Indonesia definisi dari attribution theory adalah
sebagai berikut. Definisi attribution theory Menurut Istilah Biologi teori
atribusi Itulah definisi dari attribution theory, untuk mencari istilah dan
definisi yang lain dapat menggunakan kotak penelusuran.
8. Teori Sikap (Standpoint
Theory-ST)
memberikan kerangka untuk
memahami sistem kekuasaan. Teori kerangka ini dibangun atas dasar pengetahuan
yang dihasilkan dari kehidupan sehari-hari orang-orang yang mengakui bahwa
individu-individu adalah konsumen aktif dari realitas mereka sendiri dan bahwa
perspektif individu-individu itu sendiri merupakan sumber informasi yang paling
penting mengenal pengalaman mereka (Riger,1992). Teori ini mengklaim bahwa
pengalaman, pengetahuan, dan perilaku komunikasi orang dibentuk sebagian
besarnya oleh kelompok sosial dimana mereka tergabung.
9.
Teori
Pelanggaran Harapan (Expectancy
Violations Theory -EVT)
Menyatakan bahwa seseorang memiliki harapan mengenai perilaku nonverbal orang
lain.Harapan yang dimaksud lebih
mengarah kepada sebuah dugaan atau prediksi antar pelaku komunikasi.
10.
Teori Kebungkaman
(Inggris: Muted Group Theory)
Fokus pada cara komunikasi kelompok dominan dalam menekan
atau membungkam kata, ide dan wacana dari kelompok marjinal. Teori ini
memandang bahwa bahasa dalam budaya tertentu tidak memungkinkan bagi semua
orang untuk berbicara dengan setara.
11. Computer
Mediated Communication (CMC)
Adalah
istilah yang digunakan untuk melakukan komunikasi antar dua orang atau lebih
yang dapat saling berinteraksi melalui komputer yang berbeda. Hal yang dimaksud
di sini bukanlah bagaimana dua mesin atau lebih dapat saling berinteraksi,
namun bagaimana dua orang atau lebih dapat berkomunikasi satu dengan lainnya
dengan menggunakan alat bantu komputer melalui program aplikasi yangada
pada komputer tersebut. Dengan ini dapat diketahui, bahwa yang diperlukan
partisipan CMC dalam menjalankan komunikasi dengan komunikannya harus
melibatkan dua komponen, yaitu komputer dan jaringan internet. Sebenarnya,
bukan hanya komputer dan jaringan internet saja, namun dalam komputer tersebut harus terdapat program atau aplikasi
tertentu yang memungkinkan komunikator untuk berinteraksi dengan komunikannya.
Sebut saja Instant Messenger, pada era globalisasi ini, Instant Messenger sudah
semakin mendunia. Seperti yang sedang marak saat ini, Yahoo Messenger, MSN
Messenger, Google Talk Messenger, ICQ, dan lain sebagainya. Hal ini membuat CMC
semakin mempunyai pengaruh besar dalam membentuk komunikasi yang efektif di
dunia internet. Fenomena-fenomena lain di dalam CMC juga terjadi setelah
terdapat teknologi 3G, Mobile Phone, Smart Phone, Personal Digital Assistant,
dll.
Seringkali digunakan dalam berbagai penelitian (research)
tentang perilaku. Biasanya TPB digunakan sebagai variabel intervening untuk
menjelaskan intention (niat) seseorang yang kemudian
menjelaskan perilaku orang tersebut. Artikel ini akan membahas TPB tersebut,
dengan harapan bisa membantu mahasiswa atau peneliti yang akan menggunakan TPB
sebagai variabel dalam penelitiannya.
Theory of Planned Behavior (TPB) merupakan perluasan dari Theory of Reasoned Action (TRA). Dalam TRA dijelaskan bahwa niat seseorang terhadap perilaku dibentuk oleh dua faktor utama yaitu attitude toward the behavior dan subjective norms (Fishbein dan Ajzen, 1975), sedangkan dalam TPB ditambahkan satu faktor lagi yaitu perceived behavioral control (Ajzen, 1991).
Theory of Planned Behavior (TPB) merupakan perluasan dari Theory of Reasoned Action (TRA). Dalam TRA dijelaskan bahwa niat seseorang terhadap perilaku dibentuk oleh dua faktor utama yaitu attitude toward the behavior dan subjective norms (Fishbein dan Ajzen, 1975), sedangkan dalam TPB ditambahkan satu faktor lagi yaitu perceived behavioral control (Ajzen, 1991).
TPB sangat sesuai digunakan untuk menjelaskan berbagai
perilaku di dalam kewirausahaan. Sebagaimana dikatakan oleh Ajzen (1991) bahwa
TPB is suitable to explain any behavior which requires planning, such
as entrepreneurship (TPB cocok untuk menjelaskan perilaku apa pun yang
memerlukan perencanaan, seperti kewirausahaan).
13. Media Richness Theory
Didasarkan
pada teori ketidaktentuan dan teori pengolahan informasi. Media Richness Theory
pertama kali dibuat adalah oleh Daft & Lengel ( 1984).
Media
Richness Theory, yang paling awal dan paling mewakili contoh teori kapasitas
media, menekankan bahwa pertemuan antar kerancuan tugas dan kesempurnaan suatu
saluran komunikasi adalah kunci untuk para manajer untuk mencapai efektifitas
komunikasi.
Media
komunikasi di (dalam) organisasi bertukar-tukar dari satu jenis ke jenis
lainnya dalam kaitan dengan daya-dukung informasi mereka, dengan kekayaan media
dapat mempunyai suatu derajat yang tinggi mengenai daya-dukung informasi dan
bersandar media adalah suatu derajat yang bertingkat rendah.
Media
Richness Theory menyatakan bahwa ketika kerancuan tugas adalah tinggi, berbagai
penafsiran dan solusi adalah mungkin, dan dengan begitu suatu medium dengan
suatu derajat tinggi daya dukung informasi adalah yang penting bagi tugas untuk
ditangani secara efektif. Bagaimanapun, ketika kerancuan tugas adalah rendah,
suatu yang bersandar menengah adalah cukup sebab tugas adalah dapat diramalkan
dan sederhana.
14.
Two Step Flow Of
Comunnication
Berasal
dari paul felix lazarsfeld, bernard berelson dan hazelguadet yang berdasarkan
pada penelitian menyatakan bahwa ide-ide seringkali datang dari radio dan surat
kabar yang ditangkap oleh pemimpin pendapat (opinion leader) dan dari mereka
ini berlalu menuju audiens atau pendengar. Hal iini pertama kali diperkenalkan
oleh lazarsfeld pada tahun 1944.kemudian dikembangkan oleh elihu katz di tahun
1955.
15.
Dependency Theory
Teori tentang komunikasi
massa yang menyatakan bahwa semakin seseorang
tergantung pada suatu media untuk memenuhi kebutuhannya, maka media
tersebut menjadi semakin penting untuk orang itu [1]. Teori ini diperkenalkan oleh Sandra
Ball-Rokeach dan Melvin DeFleur. Mereka memperkenalkan model yang menunjukan
hubungan integral tak terpisahkan antara pemirsa, media dan sistem sosial yang
besar.
16.
EMOTION DAN
COMMUNICATION THEORY
Emosi
adalah reaksi yang kompleks yang mengandung aktivitas dengan derajat yang
tinggi dan adanya perubahan dalam kejasmanian serta berkaitan dengan perasaan
yang kuat dan sering terjadi perubahan prilaku
17. Coordinated
Management of Meaning
Teori Coordinated
Management of Meaning (CMM), atau bila kita terjemahkan ke dalam
bahasa Indonesia adalah Teori Manajemen Makna Terkoodinasi, dikembang-kan
oleh W. Barnett Pearce dan Vernon Cronen (1980).
Menurut Pearce dan Cronen, orang-orang berkomunikasi berdasarkan aturan. Aturan
tersebut tidak hanya membantu kita dalam berkomunikasi, tetapi juga dalam
menginterpretasikan apa yang dikomunika-sikan orang lain pada kita. Karena itu
mereka berdua mencetuskan teori CMM (Coordinated Management of Meaning)
yang dengan teori ini dapat membantu menjelaskan bagaimana individu saling
menciptakan makna dalam sebuah percakapan.
18. Teori Manajemen Privasi Komunikasi (Communication Privacy
Management – CPM)
dikembangkan oleh Sandra Petronio (2002). Ia menyatakan bahwa CPM adalah teori praktis yang didesain untuk
menjelaskan isu-isu “keseharian” seperti yang digambarkan dalam kegiatan kita
sehari-hari
19. Teori dialektika relasional adalah sebuah konsep dalamteori komunikasi. Konsep ini bisa
ditafsirkan sebagai "simpul kontradiksi dalam hubungan pribadi atau
interaksi terus-menerus antara kebalikan atau kecenderungan untuk menentang.
20.
Dramaturgi adalah teori yang mengemukakan bahwa teater dan
drama mempunyai makna yang sama dengan interaksi sosial dalam kehidupan
manusia. Dramaturgidicetuskan
oleh Erving Goffman pada tahun 1959 yang termuat dalam karyanya berjudul
"Presentation of Self in Everyday Life".
21. General simentics
Teorin yang menguraikan kesalahan dalam penggunaan bahasa, peletak dasar
teori ini adalahalfred korzybski, seperti yang telah di kemukankan diatas.Menurut kamus linguistik oleh harimurti kridalaksana, semarak umum (general
semantics) adalah ajaran makna dalam komunikasi bahasa yang menolak ajaran
aristoteles bahwa kata hanya mempunyai satu makna lemsikal.
22. Media Richness Theory menyatakan bahwa ketika keracunan tugas adalah
tinggi, berbagai penafsiram dam solusi adalah mungkin, dan dengan begitu suatu
medium dengan suatu derajat tinggi daya dukung informasi adalah penting bagi
tugas untuk di tangani secara efektif bagaimanapun, ketika keracunan tugas
adalaha rendah, suatu yang berstandar menengah adalah cukup sebab tugas adalah
tidak dapat di ramalkan dengan sederhana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar